Surabaya (ANTARA) – Komunitas Sepak Bola “Uni Papua FC” menyerukan perdamaian melalui kegiatan “Football for Peace Festival” yang berlangsung sehari di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Surabaya (Unesa), kawasan Lidah Kulon Surabaya, Sabtu.

Eksekutif Tertinggi (CEO) Uni Papua FC Harry Widjadja mengungkapkan Football for Peace Festival telah rutin digelar untuk menyambut Hari Perdamaian Internasional yang diperingati setiap tanggal 21 September.

“Sebelumnya tiga tahun berturut-turut Football for Peace Festival telah rutin kami gelar di Jakarta,” katanya kepada wartawan di sela penyelenggaraan Football for Peace Festival di Surabaya, tadi sore.

Sejumlah tim dari berbagai instansi dan elemen masyarakat berpartisipasi dalam laga perdamaian di Surabaya, di antaranya perwakilan dosen Unesa, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Surabaya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya, Coach Uni Papua, serta Surabaya Exptas Football Club.

Tim Satpol PP Surabaya tampil sebagai juara untuk kelompok senior setelah di final mengalahkan tim Unesa 4-1. Di kelompok junior, Jeneva FC keluar sebagai juara usai menang 3-1 atas Unipa Putih.

Menurut Harry, penyelenggaraan Football for Peace Festival tidak menargetkan seberapa banyak penonton yang datang.

“Kami lebih menekankan seberapa banyak keterwakilan dari setiap golongan, kelompok, agama, suku, dan segenap elemen yang menjadi perwakilan negara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia Zahrul Azhar Asumta As’ad berharap melalui penyelenggaraan ini Kota Surabaya bisa menjadi “Football Friendly City” atau kota yang ramah terhadap sepak bola.

“Kota Surabaya punya klub sepak bola legendaris Persebaya dengan Bonek sebagai pendukungnya yang fanatik. Itu adalah potensi yang baik untuk membangun anak-anak Surabaya melalui sepak bola,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya Tjutjuk Supariono.

Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia ini mengapresiasi Uni Papua FC yang telah rutin selama empat tahun terakhir menggelar kegiatan ini.

“Saya melihat Uni Papua FC ini berbeda dengan sekolah sepak bola biasa. Jadi di sini benar-benar dididik menjadi orang yang kompeten, tidak hanya di sepak bola, tapi juga secara sosio-emosional. Keren sekali,” ujarnya.